SASARAN PEMBANGUNAN/PENYELENGGARAAN KESEJAHTERAAN SOSIAL

Sasaran pembangunan kesejahteraan sosial terdiri atas:

1. Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS)

2. Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS)

 

Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS)

Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial yang selanjutnya disebut PPKS adalah perseorangan, keluarga, kelompok, dan/atau masyarakat yang karena suatu hambatan, kesulitan, atau gangguan, tidak dapat melaksanakan fungsi sosialnya, sehingga tidak dapat terpenuhi kebutuhan hidupnya baik jasmani, rohani, maupun sosial secara memadai dan wajar (Permensos Nomor 5 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial).

Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) Meliputi:

  1. Anak Balita Terlantar
  2. Anak Terlantar
  3. Anak berhadapan dengan hukum
  4. Anak Jalanan
  5. Anak dengan kedisabilitasan (ADK)
  6. Anak yang menjadi korban tindak kekerasan
  7. Anak yang memerlukan perlindungan khusus
  8. Lanjut Usia Terlantar
  9. Penyandang disabilitas
  10. Tuna Susila
  11. Gelandangan
  12. Pengemis
  13. Pemulung
  14. Kelompok minoritas
  15. Bekas warga binaan lembaga pemasyarakatan (BWBLP)
  16. Orang dengan HIV/AIDS (ODHA)
  17. Korban penyalahgunaan NAPZA
  18. Korban trafficking
  19. Korban tindak kekerasan
  20. Pekerja migran bermasalah sosial (PMBS)
  21. Korban bencana alam
  22. Korban bencana sosial
  23. Perempuan rawan sosial ekonomi
  24. Fakir miskin
  25. Keluarga bermasalah sosial psikologi
  26. Komunitas Adat Terpencil

 

Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) 

Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial yang selanjutnya disebut PSKS adalah perseorangan, keluarga, kelompok, dan/atau masyarakat yang dapat berperan serta untuk menjaga, menciptakan, mendukung, dan memperkuat penyelenggaraan kesejahteraan sosial. PSKS terdiri atas:

  1. Pekerja Sosial (Profesional)
  2. Pekerja Sosial Masyarakat (PSM)
  3. Taruna siaga bencana (Tagana)
  4. Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS)
  5. Karang taruna
  6. Lembaga konsultasi kesejahteraan keluarga
  7. Keluarga pioner
  8. Wahana kesejahteraan sosial keluarga berbasis masyarakat (WKSBM)
  9. Wanita pemimpin kesejahteraan sosial
  10. Penyuluh sosial
  11. Tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK)
  12. Dunia Usaha

 

Sasaran Program

Secara spesifik, sasaran program Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat adalah:

  1. Kemiskinan, meliputi kelompok warga yang karena sesuatu hal baik karena faktor internal individu maupun faktor eksternal individu mengakibatkan ketidakmampuan sosial ekonomi atau rentan menjadi miskin yakni: (1) keluarga fakir miskin; (2) wanita rawan sosial ekonomi; dan warga masyarakat yang tinggal di daerah kumuh (slum area).
  2. Keterlantaran, meliputi warga masyarakat yang karena sesuatu hal mengalami keterlantaran fisik, mental dan sosial yakni: (1) balita terlantar, (2) anak remaja terlantar, termasuk anak jalanan dan pekerja anak, (3) orang dewasa terlantar, (4) keluarga bermasalah sosial psikologis, dan (5) lansia terlantar
  3. Kecacatan, meliputi warga masyarakat yang mengalami kecacatan sehingga terganggu fungsi sosialnya, yakni: (1) tuna daksa, (2) tuna netra, (3) tuna rungu/wicara, (4) tuna grahita, dan (5) cacat ganda.
  4. Ketunaan sosial dan penyimpangan perilaku, meliputi warga masyarakat yang mengalami gangguan fungsi-fungsi sosialnya akibat ketidakmampuannya mengadakan penyesuaian (social adjusment) secara normatif, yakni: (1) tindak tuna susila, (2) anak konflik dengan hukum/ nakal, (3) bekas narapidana, (4) korban narkotika, (5) gelandangan; (6) pengemis dan (7) korban HIV/AIDS dan (8) eks psikotik terlantar.
  5. Keterasingan/keterpencilan dan/atau berada dalam lingkungan yang terisolasi, yakni warga masyarakat yang berdomisili di daerah yang sulit terjangkau, atau terpencar-pencar, atau berpindah-pindah, yang lazim disebut Komunitas Adat Terpencil.
  6. Akibat Bencana, meliputi warga masyarakat yang mengalami musibah atau bencana, yakni: (1) korban bencana alam, dan (2) korban bencana sosial yang disebabkan oleh konflik sosial dan kemajemukan latar belakang sosial budaya.
  7. Korban Tindak Kekerasan meliputi warga masyarakat yang mengalami tindak kekerasan, seperti: (1) anak yang dilacurkan, diperdagangkan dan bekerja dalam situasi terburuk (2) wanita korban tindak kekerasan, (3) lanjut usia korban tindak kekerasan, dan (4) pekerja migran korban tindak kekerasan.
  8. Potensi dan sumber kesejahteraan sosial meliputi: (1) PSM. (2) Karang Taruna, (3) Orsos/LSM-UKS, (4) WKSBM, (5) TKSK, (6) Tagana, (7) dunia usaha; (8) dana sosial masyarakat; dan (9) nilai dasar kesejahteraan social (10) Penyuluh Sosial, (11) Pendamping Pelayanan Kesejahteraan Sosial, (12) Satuan Bakti Pekerja Sosial.
  9. Sasaran garapan lainnya meliputi : Keluarga Pahlawan, Perintis Kemerdekaan RI, Janda Perintis Kemerdekaan RI