Intip Persiapan Ridwan Kamil Jelang Uji Klinis

Oleh Admin

Terbit Selasa, 25 Agustus 2020   Dibaca 3 kali



KOTA BANDUNG- Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil secara intens mempersiapkan kondisi fisik dan mental jelang menjalani rangkaian uji klinis vaksin Covid-19 produksi Sinovac.

Menurut Gubernur, meningkatkan intensitas olahraga, mengatur pola makan, dan menambah waktu tidur merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk menjaga kebugaran dalam sepekan terakhir.

"Seminggu terakhir mencoba memaksimalkan kebugaran. Olahraga, makan diatur tidak asal-asalan. Untuk batin, ibadah juga ditingkatkan sambil baca-baca tentang informasi vaksin," katanya.

Gubernur mengaku, untuk mengurangi rasa penasarannya dirinya intens berkomunikasi dengan Ketua Tim Uji Klinis Vaksin Covid-19 dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Kusnandi Rusmil terkait vaksin.

"Wajar karena belum pernah jadi relawan uji klinis sebelumnya. Jadi ada sekian persen rasa waswas yang masuk akal. Tapi, karena sudah dua jam dikuliahi oleh Prof Kusnandi sehingga menjadi lebih tenang," ucapnya.

Gubernur mengatakan, saat ini dirinya sudah tidak merasa waswas tetapi lebih kepada persiapan fisik agar supaya saat dilakukan uji klinis kondisinya lebih prima karenanya untuk hari ini kegiatan diawali dengan olahraga pagi terlebih dahuli.

"Ini risikonya menjadi pemimpin. Nasihat dari ibu saya, kalau ada rebutan rezeki, rakyat di depan pemimpin belakangan. Kalau ada ramai kekhawatiran, sebaliknya, pemimpin yang di depan duluan baru rakyat belakangan," imbuhya.

Gubernur menyatakan, keikutsertaan sebagai relawan uji klinis untuk meyakinkan masyarakat bahwa uji klinis vaksin dilakukan secara ilmiah sehingga diharapkan masyarakat tidak terbawa dalam diskusi dan narasi kurang produktif terkait penanganan Covid-19, termasuk hadirnya vaksin.

"Dan ini bagian dari bela negara. Kalau ada perang tiba-tiba ada keputusan harus eksperiman, semua orang harus bersemangat supaya menang perang karena ini mengetes alat senjata untuk melawan musuh (Covid-19). Kalau enggak dites gimana? Kita akan hidup di dalam ketidakpastian. Harus disyukuri ternyata Indonesia bisa memproduksi sendiri," tambahnya. (Parno)


Komentar


Komentar