Solusi Penanganan Anak Terlantar melalui Pengasuhan/Pengangkatan Anak

Oleh Admin

Terbit Jumat, 25 Agustus 2023   Dibaca 44 kali



Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Kampanye Pengasuhan Anak pada Kamis, 24 Agustus 2023 di Aula Kantor Satuan Pelayanan Griya Ramah Anak Balita (GRAB) dirangkaikan dengan launching Griya Ramah Anak Balita (GRAB) sebagai Lembaga Pengasuhan Anak (LPA)

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya mendorong masyarakat dalam mendukung perlindungan dan pemenuhan hak anak melalui pengasuhan alternatif.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Dodo Suhendar,  yang hadir memberikan sambutan, mengatakan di Jawa  Barat menurut data per tahun 2020 ada sebanyak 348.198 anak terlantar. Tahun 2021, data anak yatim, piatu dan yatim piatu yang disebabkan Covid-19 berjumlah 4622 anak. Dari jumlah tersebut, tahun 2022, 9.852 anak berada dalam asuhan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA)

“Kebanyakan dari anak terlantar tersebut adalah bayi yang dibuang. Ada yang dijual, kasus adopsi ilegal juga sering terjadi. Untuk itu, di sinilah (Griya Ramah Anak Balita Batununggal-red) pusat informasi pengasuhan dan pengangkatan anak”, ungkap Dodo.

Kampanye Pengasuhan Anak ini dikemas dalam bentuk talkshow yang menghadirkan tiga orang narasumber dari unsur yang berbeda.

Narasumber pertama, Hari Setiadi, S.ST., MPS.Sp  dari Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kementerian Sosial menyampaikan jenis-jenis pengasuhan alternatif bagi anak serta perbedaan antara pengasuhan, perwalian, dan pengangkatan anak. Ia juga menjelaskan prosedur penanganan anak terlantar yang ditemukan oleh masyarakat atau yang ada di rumah sakit.

Narasumber kedua, Meiti Subardhini, M.Si, Ph.D dari Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung menjelaskan terkait unsur-unsur psikologis yang harus diperhatikan bagi masyarakat yang bermaksud untuk melakukan praktek pengasuhan alternatif. Baik psikologis orang tua, keluarga besar, terutama anak yang akan diasuh/diangkat.

Narasumber ketiga adalah H. Toto Supriyanto, M.Ag dari Kementerian Agama yang khusus menjelaskan hukum-hukum dalam agama Islam terkait hubungan orang tua dan anak asuh/angkat juga keutamaan-keutamaan menyantuni anak terlantar.

Ketiga materi yang diangkat ini berupaya menjawab hal-hal yang sering dipertanyakan masyarakat terkait pengasuhan anak. Kampanye ini dilakukan secara hybrid. Total ada sekitar 600 orang peserta yang mengikuti kampanye ini, 550 di antaranya mengikuti secara daring. Peserta berasal dari berbagai unsur diantaranya perwakilan Dinas Sosial Kabupaten/Kota, LKSA, Rumah Sakit, Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS), pada Calon Orang Tua Angkat/ Asuh, Orang Tuang Angkat/Asuh yang bukan hanya berasal dari Jawa Barat, tetapi dari seluruh Indonesia.

Diharapkan, setelah memahami lebih jauh mengenai pengasuhan alternatif, banyak masyarakat yang tergerak untuk menjalankan pengasuhan alternatif bagi para anak terlantar, baik itu berupa perwalian, pengasuhan, atau pengangkatan anak.


Komentar


Komentar


Nie Kamis, 24 Agustus 2023 - 09:11

Satu hal yang dicatat ternyata selain niat baik diperlukan juga ilmu sabar untuk mengasuh dan merawat anak telantar.