Pemantapan tenaga pelopor perdamaian daerah pada kegiatan perlindungan sosial korban bencana sosial (PSKBS)

Oleh Admin

Terbit Jumat, 28 Agustus 2020   Dibaca 18 kali



Jatinangor (25/8/20). Dalam rangka peningkatan kapasitas tenaga pelopor perdamaian, bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinsos Jabar menyelenggarakan kegiatan pemantapan bagi para tenaga pelopor perdamaian.

Diikuti oleh 40 orang peserta, kegiatan berlangsung selama tiga hari, bertempat di Hotel Puri Khatulistiwa. Kepala Dinas Sosial berkesempatan membuka acara ini juga mengukuhkan para peserta, didampingi oleh kepala bidang linjamsos dan kasie perlindungan sosial bencana alam.

Dodo Suhendar dalam sambutannya berterimakasih kepada seluruh peserta karena telah menjadi bagian kelompok masyarakat yang telah mengikrarkan diri memelihara perdamaian di Jawa Barat, umumnya di Indonesia.

Pelopor perdamaian dipersiapkan sebagai tenaga yang dapat menginisiasi, berada di garda depan dalam mewujudkan perdamaian. Tentunya tidak mudah untuk mencapai tujuan tersebut, dengan kegiatan ini diharapkan tenaga pelopor perdamaian lebih faham dan siap menghadapi permasalahan di masa yang akan datang.

Beberapa poin yang harus diperhatikan oleh tenaga pelopor perdanaian ialah:
1. Tantangan masalah perdamaian konflik sosial akan menjadi kompleks dimasa yang akan datang. Diperkeruh dengan berita HOAX.

2. Tingkat solidaritas akan longgar, untuk itu para pelopor perdamaian harus memiliki kemampuan merekatkan solidaritas di tengah masyarakat.

3. Tenaga pelopor perdamaian harus meningkatkan kapasitas diri/kelompok/lembaga agar dapat merekontruksi masalah sosial yang ada. Memahami masalah budaya, sejarah, dan agama. Peningkatan kemampuan komunikasi yang efektif, komunikasi masa, persuasif & dapat memotivasi.

4. Kemampuan untuk mendorong para pelaku konflik untuk memilik aktifitas ekonomi produktif.

5. Kemampuan psikologis, trauma healing. Mampu mencegah konflik. Mampu berkolaborasi dengan unsur lain seperti perguruan tinggi, media, penegak hukum, pengusaha/CSR, dan para tokoh masyarakat.

Materi yang disampaikan pada kegiatan ini meliputi kebijakan, peran, ragam konflik, koordinasi dan program-program keserasian sosial. Adapun pemateri berasal dari unsur aparat penegak hukum/kepolisian, dekan fakultas ilmu komunikasi UNPAD, direktur PSKBS dan Kasie PSKBS.

Komunikasi, sikap dan tutur kata merupakan kunci keberhasilan pelopor perdamaian.


Komentar


Komentar


ADE DENI Sabtu, 12 September 2020 - 06:08

Mantap... DINSOS JABAR.......IS THE BEST