Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat

Oleh Admin

Terbit Kamis, 1 Oktober 2020   Dibaca 10 kali



Garut (29-30/09/20). Dinas Sosial Prov. Jabar menggelar kegiatan FGD penyusunan IKU dan SOTK di hotel Harmoni Garut, Jawa Barat. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari, dihadiri oleh para pejabat struktural Dinsos Jabar.

Hari pertama dibahas dua materi, mengenai IKU yang dibawakan oleh Bapak Deny Willy dari LPPM ITB dan materi SOTK oleh Bapak Momon dari BPSDM Jabar. Deny menerangkan bahwa "model inovasi dapat dimulai dari melihat, mencoba, mengusulkan ide, dan kemudian berinovasi".

LPPM ITB merespon baik acara ini dan menawarkan kerjasama kedepan dengan  Dinas Sosial. Sebelumnya LPPM ITB telah mengembangangkan teknologi Artificial Intelligence (AI) menangkap respon tingkat stres dari postingan sosial media, AI ini memungkinkan dapat dikembangkan lagi sesuai kebutuhan, misalnya pengembangan disektor sosial.

Hari kedua dibahas tiga materi, yaitu; kebijakan dan tahapan inovasi daerah oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D), Rencana Strategi Kementrian Sosial Republik Indonesia oleh Biro Perencanaan Kemensos RI, dan Indeks Kebahagiaan oleh BPS Jabar. Pemateri hadir secara tatap muka dan secara virtual melalui sambungan zoom.

Tantangan kedepan, perlu lahir inovasi di sektor sosial lebih banyak untuk menjawab tantangan permasalahan kemiskinan, anak jalanan, lansia terlantar, gelandangan, disabilitas, dsb. Beberapa ide inovasi yang dapat dikembangankan oleh Dinsos Jabar yaitu berupa dashboard monitoring kemiskinan agar tepat data dan tepat kebijakan. Sistem informasi yang terhubung dengan berbagai stakeholder untuk merespon permasalahan sosial.

Ada beberapa upaya inovasi yang telah dilakukan oleh Dinsos Jabar, yaitu mengembangkan kewirausahaan ternak lebah madu yang bekerjasama dengan Dinas Kehutanan. Membuat Kefir susu fermentasi untuk meningkatkan imunitas. Membuat tempat olah pangan disabilitas, membekali kemampuan membatik klien disabilitas, dll.

Seluruh program tersebut bertujuan agar klien meningkat keahliannya dan dapat mandiri. Upaya berikutnya inovasi penanganan kasus viral melalui Unit Kegawatdaruratan Sosial (UKS) yang terpadu dengan shelter. Dengan UKS diharapkan kasus gawat darurat sosial yang viral segera dapat diatasi.

Pada kegiatan ini Dinas Sosial mendapat penghargaan dari BPS Jabar atas kepatuhan pengisian sensus online dengan capaian 100%. Penghargaan diberikan langsung oleh Kepala BPS Jabar Ibu Dyah Anugrah.


Komentar


Komentar