Dodo Jelaskan proses cleansing dengan 23 filter Penerima Bansos di Kota Bogor

Oleh Admin

Terbit Kamis, 23 Juli 2020   Dibaca 8 kali



Kota Bogor (22/07/20). Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat Dodo Suhendar dan Kepala Bidang rehabilitasi sosial melakukan koordinasi terkait bantuan sosial provinsi Jawa Barat ke kantor Dinas Sosial Kota Bogor.

Menurut kepala Dinas Sosial Kota Bogor Anggraeny Iswara, permasalahan yang terjadi di lapangan saat ini berkurangnya kuota penerima non DTKS di Kota Bogor.

Kemudian terkait bansos retur pada penyaluran tahap 1 telah diselesaikan dan didistribusikan kepada gugus tugas dan yayasan.

Dodo menjelaskan bahwa berkurangnya data penerima bansos Non DTKS terjadi karena proses cleansing dengan 23 filter. Hal ini merupakan upaya keseriusan untuk memperoleh data yang lebih baik, meminimalisir penerima dengan bantuan ganda, meminimalisir penerima yang tidak layak menerima bansos. "Kriteria data penerima bansos ialah data yang layak terima dan layak salur".

Berdasarkan data pada  sistem informasi monitoring penyaluran Bansos PT. Pos, penyaluran bansos di Kota Bogor sebagai berikut:
Alokasi 29.530
Berhasil serah 9.160
Retur 0
Proses 5.366
Berhasil 15.004
Presentase 31,02 %

Kadinsos Jabar menambahkan, untuk warga yang layak menerima namun tercleansing datanya diharapkan untuk diselesaikan administrasinya dan di ajukan kembali pada tahap 3 melalui sapa warga.

Dinas Sosial Kab/Kota diharapkan berkoordinasi dengan dinas lain seperti disdukcapil, dan diskominfo untuk upaya percepatan perbaikan dan pengajuan data.
Jika selanjutnya masih ada yang layak namun belum menerima bantuan sebaiknya dana desa menjadi penyapu permasalahan tersebut.


Komentar


Komentar