Dinsos Jabar Langsungkan Webinar Revitalisasi KUBE Untuk Pemulihan Ekonomi Masyarakat

Oleh Admin

Terbit Rabu, 19 Agustus 2020   Dibaca 15 kali



Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat mengadakan Webinar Seri ke dua bertemakan : Revitalisasi KUBE Fakir Miskin, Harapan dan Optimisme Pemulihan Ekonomi Masyarakat, yang dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus 2020 bertepatan dengan hari jadi Provinsi Jawa Barat ke-75.

Pada kesempatan ini, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat dr. H. Dodo Suhendar, MM, menyampaikan pentingnya pelaksanaan Revitalisasi KUBE sebagai dampak pandemi Covid-19 yang mengakibatkan meningkatnya jumlah keluarga miskin baru. Total Kepala Keluarga yang mendapatkan bansos dari berbagai sumber di Jawa Barat adalah sebanyak 10,43 juta KK atau 70,28% KK yang terdampak covid-19. 

Webinar kali ini menghadirkan 5 (lima) Narasumber yang terdiri atas ; pengambil kebijakan, akademisi, praktisi dan pelaku usaha. Narasumber pertama yaitu Haeruman Hendarsah, dari Direktorat PFM Wilayah 1 Kemensos RI. Dalam penjelasannya, beliau menyampaikan kebijakan-kebijakan yang dilakukan Kemensos RI dalam pengentasan kemiskinan dengan penekanan yang berhubungan dengan revitalisasi dan transformasi KUBE.

Selanjutnya Dosen Polteksos Bandung, Didiet Widiowati, memberi penekanan pada pentingnya peningkatan kapasistas pendamping KUBE. Ia menyampaikan bahwa Pendamping KUBE sebaiknya merupakan orang yang profesional, baik dalam melakukan perubahan perilaku tiap-tiap anggota KUBE maupun ahli dalam bidang usaha yang digeluti oleh KUBE dampingannya. “Bila hal ini dilaksanakan, keberlangsungan KUBE akan lebih baik karena tiap-tiap anggota KUBE ini merupakan warga miskin desil I sehingga sebelum diarahkan untuk mengikuti program KUBE, anggota tersebut harus diubah dulu perilakunya agar mampu menjalankan usahanya nanti” terangnya.

Dari pelaku usaha, hadir pengusaha lele asal Bekasi, Arief Sabarudin pemilik ENZA Lele untuk memberi inspirasi. Ia memberikan gambaran peluang usaha dalam mengembangkan KUBE melalui bisnis lele. Dalam paparannya, ia menjelaskan lele tidak hanya dapat dijual berupa lelenya saja, namun dapat dimodifikasi seperti usahanya yaitu frozen filet lele dan lele yabg sudah diberi bumbu. Pemasarannya pun sudah cukup luas, meliputi jabodetabek, dan juga sampai ke Bandung. Prospek usaha olahan lele ini cukup menjanjikan, dengan banyaknya pengusaha perikanan yang beralih ke olahan ikan.

Pelaku usaha lain yang juga turut memberi inspirasi adalah Renny R. Budijanto, dari PT. INFIAD Indonesia . Ia menyampaikan gambaran peluang usaha bagi KUBE. Menurutnya, tepung singkong ini banyak dibutuhkan di pasaran. “Olahan tepung singkong ini cukup beragam dan mampu bersaing dengan tepung terigu. Olahan yang berbasis tepung singkong dapat dikonsumsi oleh penyandang Disabilitas autism, penderita diabetes dan ini masih jarang diproduksi oleh pelaku usaha makanan padahal kebutuhannya cukup tinggi” tuturnya. INFIAD Indonesia berharap dapat berkolaborasi dengan KUBE dalam penyediaan singkong untuk produksi tepung singkong.

Salah satu sumber pendanaan yang bisa dijangkau oleh pelaku usaha adalah wakaf salman. Dalam paparannya, R.M. Luthfi Wisnuwardhana, Corporate Secretary Wakaf Salman ITB Bandung menyampaikan bahwa ada wakaf produktif, dimana wakaf tersebut bisa digunakan untuk membantu modal usaha bagi pelaku usaha, dengan syarat pokok dari wakaf tersebut harus dikembalikan, sehingga dapat digunakan kembali oleh pelaku usaha lain untuk mrngembangkan usahanya.

Pendaftar webinar ini mencapai 514 peserta yang bergabung melalui aplikasi zoom dan Youtube Channel. Dengan dilaksanakannya webinar ini diharapkan dapat terjalin sinergitas, inovasi dan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan juga media dalam memajukan ekonomi masyarakat melalui KUBE, sesuai dengan Visi Jawa Barat "Terwujudnya Jawa Barat Juara Lahir Batin Dengan Inovasi Dan Kolaborasi" terima kasih atas perhatian, dukungan dan partisipasi semua pihak sehingga acara Webinar dapat berjalan sesuai rencana, demikian close statment dari Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat yang masih memakai pakaian adat sunda.


Komentar


Komentar