Social Knowledge Through Technology: Useful or Useless?

Oleh Admin

Terbit Rabu, 18 Oktober 2023   Dibaca 57 kali



Kenapa bisa ada sebanyak itu aplikasi yang tercipta? Dari The Conversation, ini ada kaitannya dengan new public management. Yaitu pendekatan pada administrasi publik yang menerapkan pengetahuan dan pengalaman yang didapat dari dunia manajemen dan bidang lain untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pada layanan publik di birokrasi masa kini (Indahsari & Raharja, 2020). Singkatnya, mewujudkan pengetahuan untuk meningkatkan layanan disolusikan dengan membuat aplikasi.

Kenapa aplikasi menjadi wujud terjadinya inovasi? Tidak dipungkiri bahwa masa sekarang aktivitas dan kebutuhan kita banyak dimudahkan dengan adanya aplikasi. Jika dulu membutuhkan taksi, kita berdiri di pinggir jalan dan menunggu taksi kosong lewat dan kemudian mencegatnya, sekarang tinggal memesan di Gojek atau Grab. Jika dulu kita ingin mendengarkan kabar teman atau keluarga di luar kota, kita harus menggunakan surat, sekarang tinggal mengontak di Facebook, Twitter, atau Instagram. Atas dasar ini, kita bisa mengatakan bahwa untuk memberikan pelayanan publik yang lebih luas, cepat, komprehensif, maka aplikasi menjadi solusinya.

Provinsi Jawa Barat berusaha untuk melakukan efektivitas dan efisiensi dalam pelayanan publik sekaligus menghemat sumber daya, yaitu melalui Sapawarga. Untuk bisa mengakses layanan pemerintahan, warga Jawa Barat hanya cukup masuk ke dalam satu aplikasi lalu diarahkan ke berbagai kebutuhan. Pembayaran pajak, pembayaran umum, laporan dari warga, peluang kerja, dan sebagainya. ASN Jawa Barat pun memiliki Jabar Smart ASN yang mencakup akses ke berbagai fitur kepegawaian. Menghemat username dan kata kunci, menghemat ruang penyimpanan di ponsel.

 

Jabar Super Apps: Sapawarga

Jabar Smart ASN.

 

Aplikasi adalah wujud dari kemajuan teknologi. Dalam perkembangan digital 4.0 menuju 5.0, segala kebutuhan masyarakat akan semakin terakomodasi dengan pengetahuan terkait teknologi. Bukan hanya orang yang berprofesi di bidang teknologi informasi, namun pengetahuan dasar terhadap teknologi menjadi kewajiban bagi semua orang. Tidak terkecuali di bidang sosial. Menangani fakir miskin, mencegah perdagangan orang, prosedur pengangkatan anak, pendeteksian bencana dan penyaluran bantuan, dan berbagai isu lainnya. Perlu pengetahuan untuk dapat menangani semua permasalahan itu dan perkembangan teknologi harus bisa berjalan seiring dengan bergantinya tahun. Pengetahuan tentang aspek ilmu sosial dan pengetahuan tentang pendekatan secara sosial. Perkembangan teknologi akan membantu untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Apakah selalu aplikasi? Ya dengan aplikasi yang bisa bersinergi dan berisikan segala informasi dan mencakup semua aspek kebutuhan. Tidak jika aplikasi hanya bisa diakses oleh kalangan terbatas.

Menyambut Indonesia Emas 2045, sumber daya harus dipupuk dari sekarang. Tumbuhkan pengetahuan tentang sosial baik secara empati maupun keterampilan sejak di sekolah, sehingga jiwa sosial bukan hanya pada orang yang berkutat di bidang tersebut. Mampukan setiap orang untuk paham teknologi tidak harus menjadi pembuat namun jadi pengguna yang memahami dan memanfaatkan dengan bijak. Buat sebuah wadah besar yang menampung big data technology. Pemerintah mengakses database pada satu tempat tanpa tercecer, hanya dipisahkan pada level akses yang dimiliki. Memudahkan jika ada penanganan kasus ataupun koordinasi dengan berbagai perangkat. Bahkan memudahkan penelusuran jika ada bencana yang terjadi. Lebih jauh lagi, wujud teknologi bukan hanya melalui aplikasi, tapi juga peralatan-peralatan canggih yang misalnya dapat mengantarkan permakanan ke tempat tinggal lansia atau warga miskin.

Menyambut Indonesia Emas 2045 dengan generasi yang peduli dan maju di bidang sosial!


Sumber:


Penulis

Astri Utami Indriyani

Analis Rehabilitasi Sosial